Untuk Kita Renungkan Polantas Juga Manusia Yang Punya Hati

Sehari-hari tugasnya cukup berat. Demi kelancaran arus lalulintas kendaraan setiap hari harus berjemur dibawa teriknya matahari dan menghirup udara berdebu. Pada musim hujan, meskipun sudah basah kuyup namun tetap bertugas mengatur lalulintas kendaraan. Begitulah dialami Polisi Lalulintas (Polantas) yang bertugas di lapangan.

Meskipun sehari-hari tugasnya cukup berat, Polisi Lalulintas masih harus menanggung beban dicaci-maki dan difitnah menerima suap dari supir-supir. Apabila arus kendaraan macet, kami sering mendapat cemohan, bahkan kadangkala cacimaki dari pengguna jalan. Demikian diungkapkan seorang Polisi Lalulintas yang sehari-hari bertugas mengatur lalulintas di salah satu sudut Ibukota Jakarta.

Menurut anggota Polisi yang tidak keberatan namanya disebut,itu lebih lanjut mengatakan, berjemur dibawa terik matahari, menghirup udara berdebu dan basah kuyup diterpa derasnya hujan baginya sudah ha biasa. Tapi yang tidak bisa diterima apabila dicacimaki oleh pengguna jalan dan paling menyakitkan lagi jika dituduh memeras pengemudi, kemudian diberitakan di media cetak dengan judul Polisi Lalulintas memeras supir.

Mungkin ada satu atau dua anggota Polisi Lalulintas yang berbuat,tapi dengan judul berita seperti itu sangat menyakitkan. Istri dan anak-anak kami ikut menanggung beban.Ketika sekolah atau bermain sering anak-anak kami diejek oleh teman-temannya. Begitulah dahsyanya pemberitaan media massa tambah anggota Polisi Lalintas lainnya yang minta namanya jangan disebut. Sengatan terik matahari atau terpaan hujan lebat, bagi Polisi Lalulintas tidak menjadi halangan dalam menjalankan tugas.

Sebenarnya beban tugas kami sudah cukup berat apalagi jika turun hujam dan lampu pengatur arus lalulintas padam. Dalam keadaan seperti ini mengatur arus lalulintas kendaraan yang sudah macet akibat lampu pengatur padam, tidaklah mudah. Tambah sulit lagi karena kesadaran hukum para pengemudi yang masih rendah. Dimana para pengemudi itu banyak yang tidak sabaran,lalu berlomba-lomba ke depan atau berlomba-lomba ingin keluar dari kemacetan. Kelakuan pengemudi seperti itu, justru menambah sulit mengatasi kemacetan. Kita harus ekstra kerja keras,tidak ada alasan hujan lebat,kita harus terobos. Terik matahari atau hujan lebat, kami harus tetap berada di lapangan mengatur arus lalulintas agar tidak terjadi kemacetan.

Kami tidak minta dipuji, tapi kami janganlah terus difitnah. Kalau ada oknum Polisi Lalulintas memeras supir dijalanan,tulis jelas namanya. Jangan dibuat judul yang artinya seolah-olah semua Polisi Lalulintas di jalan raya tukan peras. Tulis saja namanya jelas, agar tidak berdampak negatif kepada anggota yang tidak berbuat,ujar seorang anggota Polisi Lalulintas mengakhir obrolannya.

Untuk itu marilah kita smua saling menghargai, dan jangan pernah “di gebyah uyah” bhs jawa yang artinya menyamaratakan smua.
semoga tulisan ini berguna.

always safety on the way. jadilah pelopor keselamatan berkendara dengan mematuhi rambu2 lalu lintas yang ada.

One thought on “Untuk Kita Renungkan Polantas Juga Manusia Yang Punya Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s